basukidwiputranto.blogspot.com

basukidwiputranto.blogspot.com

Selasa, 17 Desember 2013

PRINSIP KERJA ALAT RADIOLOGI

Radiologi (Roentgenology) merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan penggunaan sinar X untuk kepentingan teraputik dan diagnosa. Roentgen (1843-1923) menemukan sinar-x pada tahun 1895 yang kemudian dinamakan sebagai Roentgenology.

Sinar-X untuk kepentingan Teraputik

Sinar-x sangat berbahaya bagi sel-sel hidup khususnya sel-sel gonad dan sel-sel embrional yang belum dewasa. Sinar tersebut dapat menyebabkan perubahan biologis baik somatik maupun genetik. Pada dosis yang tinggi sinar tersebut dapat menyebabkan destruksi terhadap sel-sel secara langsung dan sinar tersebut memiliki kemampuan khusus bagi jaringan malignan. Kemampuan ini memiliki keuntungan pada penggunaan sinar-x untuk tujuan terapi dan juga untuk pengobatan lesi malignan. Sebuah alat yang dinamakan r-meter atau Roentgen-meter ditempatkan pada alat sinar-x yang dapat digunakan sebagai menetapkan jumlah sinar-x yang dikeluarkan oleh mesin sinar-x untuk mengobati tumor dan penyakit lainnya. Ukuran kualitas sinar radiasi yang dikeluarkan diukur dalam satuan „r“. Sejumlah unit dosis sinar-x yang terabsorbsi dinamakan rad. Beberapa elemen seperti radium, bahan pewarna sinar-x dan elemen-elemen ini dapat digunakan untuk kepentingan terapi seperti jarum Radium.

Sinar-x untuk Kepentingan Diagnostik

(Sejak diketahui sinar-x dapat menembus masuk hampir setiap unsur meliputi alumunium dan mampu untuk menghasilkan perubahan kimia pada film fotografi maka dari itu dapat digunakan sebagai Radiografi.

Radiograf (gambar sinar-x) merupakan hasil fotografik yang dihasilkan oleh sinar-x yang menembus objek atau tubuh dan di rekord oleh film khusus.

Fluoroscopy (Radioscopy; screening): Meskipun sinar-x tidak dapat terlihat oleh mata tetapi dapat menyebabkan beberapa unsur kimia seperti (Kalsium tungstat, Barium sulfat, Seng sulfid, Seng cadmium sulfid, Barium platinocyanida, dan sebagainya) menjadi bersinar atau dapat terlihat. Layar fluoresen yang digunakan untuk tujuan ini terdiri dari papan yang telah di mengandung kalsium tungstat. Sinar-x menembus tubuh pasien dan ditangkap pada papan dan gambar kemudian dapat dilihat. Keuntungan dari fluoroscopy adalah pergerakan organ dalam dapat diobservasi secara langsung namun pada radiografi hanya gambaran fotograf saja yang dapat dilihat. Fluoroscopy lebih banyak membantu pada kasus dislokasi dan sebagainya.Tetapi kekurangannya adalah tidak memberikan rekord yang permanen seperti layaknya radiograf dan meliputi resiko radiasi tambahan kepada pasien dan pengamat dapat terekspose sinar-x lebih lama. Namun terkadang fluoroscopy memiliki kepentingan untuk mendiagnosa emfisema pulmoner dan gangguan perikardial yang dimana pada radiograf tidak bisa memberikan hasil diagnostik yang baik. Fluoroscopy pada emfisema pulmoner akan menampilkan diafragma yang datar yang dimana tidak menunjukkan pergerakan inspirasi dan ekspirasi yang normal. Gambaran jantung pada gangguan perikardial akan menunjukkan pergerakkan sistolik dan diastolik yang normal tetapi hanya vibrasi saja.

Sinar-x

Sinar-x meliputi kategori gelombang elektromagnetik, panjang gelombang sinar-x, yang diukur dalam satuan Angstrom Unit (AU). Satu AU sama dengan 1/100,000,000cm atau 1/10,000,000mm. Layaknya seperti sinar yang lain, sinar-x bergerak dengan kecepatan 186,000 mil perdetik. Sebagai perbandingan perbandingan panjang gelombang berbagai gelombang elektromagnetik diterangkan dibawah ini.

Perbandingan Panjang Gelombang Beberapa Sinar

(a) Dalam Ukuran Angstrom Unit

Kurang dari 1/10 : Sinar-x yang digunakan untuk radiology

1/10 sampai ½ : Radiologi medis

½ sampai 25 : Sinar-x lemah

25 sampai 4,000 : Sinar UV

4,000 sampai 7,700 : Sinar lampu

7,700 sampai 10,000,000 AU

Atau : Sinar Infra Merah

7,700 sampai 1/1,000

(b) Dalam Satuan Meter

Mendekati 1/100 M : Gelombang mikro (radar)

Mendekati 1 M : Televisi

Mendekati 100 M sampai 1,000 M : Alat komunikasi

Mendekati 10,000,000 M : 60 siklus AC

Tabung Sinar-x

Sinar-x dihasilkan melalui arus listrik bervoltase tinggi. Diperlukan 10 kilovolt untuk dapat menghasilkan sinar-x kemampuan rendah. 30 sampai 100 KVP (kilovolt peak) atau lebih yang dibutuhkan mesin untuk radiografi dan fluoroscopy. Mesin x-ray untuk kegunaan radiasi teraputik tetap memerlukan voltase yang tinggi. (1 kilovolt=1000 volt)

Tabung sinar-x terdiri bola lampu hampa udara yang mengandung anoda dan katoda yang terpisah dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Anoda (+) dinamakan sebagai target dan katoda (-) dinamakan sebagai filamen. Apabila listrik sudah mengalir elektron akan bergerak dari filamen dan menghantam target dengan kekuatan penuh. Energi yang dikeluarkan biasanya dikonversikan menjadi panas dan hanya sebagian (sekitar 1%) yang menjadi sinar cahaya meliputi sinar-x.

Tabung sinar-x sangat tertutup dalam sebuah tabung yang pada salah sakotu sisinya ada sebuah bukaan yang kecil yang dilapisi oleh lapisan aluminium. Sejak diketahui sinar-x dapat menembus aluminium, sinar-x x akan menembus aluminium sementara sinar yang lainnya tertahan olehnya. Jumlah sinar-x yang keluar dapat diatur dengan menyesuaikan diafragma.


Posted via Blogaway

Tidak ada komentar:

Posting Komentar