basukidwiputranto.blogspot.com

basukidwiputranto.blogspot.com

Selasa, 07 Mei 2013

Syarat Syahadat Laa Ilaaha Illallah

Setiap ibadah memiliki rukun dan syarat yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut sah. Seseorang yang hendak sholat tentu akan berwudhu terlebih dahulu, karena suci adalah syarat sah sholat. Begitu pula ibadah yang lain seperti haji, puasa dan zakat juga memiliki rukun-rukun dan syarat yang tidak boleh tidak harus dipenuhi. Segala sesuatu yang harus dipenuhi sebelum mengerjakan sesuatu yang lain disebut syarat. Lalu bagaimana pula dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illalloh? Tidak diragukan lagi bahwa syahadat adalah setinggi-tingginya derajat keimanan dan rukun islam yang paling utama. Di sana ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar kalimat Laa Ilaaha Illalloh yang kita ucapkan dianggap sah.

Para ulama menjelaskan bahwa syahadat Laa Ilaaha Illalloh memiliki delapan syarat:

1. Ilmu
Sebuah pengakuan tidak dianggap kecuali dengan ilmu. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengucapkan kalimat syahadat ini dengan mengilmui makna dari kalimat tersebut. Alloh berfirman, “Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Alloh tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya).” (Az Zukhruf: 86).
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mati dalam keadaan mengilmui Laa Ilaaha Illalloh pasti masuk surga.” (HR. Al Bukhori dan Muslim). Dan makna yang benar dari kalimat Laa Ilaaha Illalloh yaitu tidak ada sesembahan yang haq melainkan Alloh Ta’ala.

2. Yakin
Yakin adalah tidak ragu-ragu dengan kebenaran maknanya sehingga tidak mudah terombang-ambing
oleh berbagai cobaan. Alloh berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Alloh dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Al Hujurat: 15)
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang engkau jumpai dari balik dinding ini dia bersaksi Laa Ilaaha Illalloh dengan keyakinan hatinya sampaikanlah kabar gembira untuknya bahwa dia masuk surga.” (HR. Muslim)

3. Menerima
Alloh menceritakan keadaan orang kafir Quraisy yang tidak menerima dakwah Nabi Muhammad dalam firman-
Nya, “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan
kepada mereka: ‘Laa ilaaha Illalloh’ (Tiada Tuhan yang
berhak disembah melainkan Alloh) mereka
menyombongkan diri. Dan mereka berkata: ‘Apakah
sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-
sembahan kami karena seorang penyair gila?’.” (As
Shoffat: 35-36)
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan
manusia. Inilah sifat orang kafir, tidak menerima
kebenaran kalimat Laa ilaaha Illalloh. Sungguh hanya
Alloh lah yang berhak disembah dan diibadahi.

4. Tunduk
Maksudnya yaitu melaksanakan konsekuensinya lahir
dan batin. Alloh berfirman, “Dan barangsiapa yang
menyerahkan dirinya kepada Alloh, sedang dia orang
yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah
berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya
kepada Alloh-lah kesudahan segala urusan.” (Luqman:
22)
Nabi bersabda, “Tidaklah sempurna iman kalian
sehingga hawa nafsunya tunduk mengikuti
ajaranku.” (HR. Thabrani)

5. Jujur
Alloh berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa
mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah
beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan
sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang
sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui
orang-orang yang benar (jujur) dan sesungguhnya Dia
mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al ‘Ankabut:
2-3)
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tak
seorang pun bersaksi Laa Ilaaha Illalloh dan
Muhammad hamba Alloh dan rasul-Nya dengan
kejujuran hati kecuali Alloh mengharamkan neraka untuk
menyentuhnya.” (HR. Al Bukhori dan Muslim)
Betapa kejujuran menjadi syarat sahnya syahadat.
Lihatlah bagaimana syahadat orang munafik ditolak
oleh Alloh karena tidak jujur. Sebagaimana firman-Nya,
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu,
mereka berkata: ‘Kami mengakui, bahwa sesungguhnya
kamu benar-benar Rasul Alloh.’ Dan Alloh mengetahui
bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya;
dan Alloh mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang
munafik itu benar-benar orang pendusta.” (Al
Munafiqun: 1)

6. Ikhlas
Ikhlas hakikatnya mengharapkan balasan dari Alloh
saja, tidak kepada selain-Nya. Alloh berfirman, “Padahal
mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh
dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka
mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus.” (Al Bayyinah: 5)
Apa yang dimaksud dengan ikhlas?
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh
Alloh mengharamkan bagi neraka menyentuh orang
yang mengatakan Laa Ilaaha Illalloh karena semata-
mata mencari wajah Alloh.” (HR. Al Bukhori dan
Muslim)

7. Cinta
Alloh berfirman, “Dan di antara manusia ada orang-
orang yang menyembah tandingan-tandingan selain
Alloh; mereka mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Alloh. Adapun orang-orang yang beriman
sangat cinta kepada Alloh. Dan jika seandainya orang-
orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka
melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu
kepunyaan Alloh semuanya dan bahwa Alloh amat berat
siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (Al Baqoroh:
165)
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga
hal barangsiapa memilikinya pasti akan merasakan
kelezatan iman: Alloh dan rasul-Nya lebih dia cintai
dibanding selain keduanya, dia mencintai seseorang
karena Alloh, dan dia benci untuk kembali kafir
sebagaimana kebenciannya jika dilempar ke dalam
api.” (HR. Al Bukhori dan Muslim)

8. Mengingkari peribadatan kepada Thoghut.
Thoghut adalah segala sesuatu selain Alloh yang ridho
disembah/diibadahi. Alloh berfirman, “Tidak ada
paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);
sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada
jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar
kepada Thoghut dan beriman kepada Alloh, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang
amat kuat yang tidak akan putus. Dan Alloh Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqoroh: 256)
Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa mengucapkan Laa Ilaaha Illalloh dan
mengingkari sesembahan selain Alloh, haramlah harta
dan darahnya sedang perhitungannya adalah terserah
kepada Alloh Azza Wa Jalla.” (HR. Muslim)
Perlu diperhatikan, syarat-syarat ini tidak bermanfaat
sama sekali jika sekedar dihafalkan, tanpa diamalkan.
apakah kita sudah mengevaluasi syahadat kita?
Sudahkah terpenuhi delapan syarat ini dalam syahadat
Laa Ilaaha Illalloh yang kita ikrarkan? Belum terlambat.
Berbenahlah! Semoga kita bertemu dengan Alloh
sebagai seorang yang bertauhid, bukan sebagai seorang
musyrik. Wal ‘iyaadzu billah.
***

Penulis: Nurdin Abu Yazid
Artikel www.muslim.or.id

1 komentar: